Kamis, 22 Agustus 2013

INFORMASI DAN BERITA



INFORMASI DAN BERITA
Kepada senior dan junior akan mengadakan Perjalan/Berwisata ke Pantai Cermin selama kurang lebih 2 hari. Yaitu berkumpul hari Sabtu, 24 Agusutus 2013 di Alwasliyah T.Morawa jam 05.00 WIB. Kalau berniat harap menyetor uang kepada Sekeretaris Paskibra Kec. T.morawa berikut daftarnya :
1.       SENIOR                 : RP. 30.000,00
2.       JUNIOR                : RP. 50.000,00
3.       PELATIH               : RP. -----------

Rabu, 21 Agustus 2013

PAKAIAN PASKIBRA 

 

1. PDU
          Adalah pakaian Dinas Upacara dipakai oleh anggota paskibra ketika akan mengibarkan bendera merah – putih pada upacara proklamasi. Semula PDU ini awalnya hanya baju putih lengan panjang dengan dua saku tutup di dada, baju dikenakan dimasukan ke celana. Tetapi sejak tahun 1983 potongan seragam ini di rubah menjadi model safari dengan empat saku tutup yang dikenakan di luar celana. Perubahan ini mengorbankan the youth look, tetapi tidak mengurangi kegagahannya, PDU ini dilengkapi dengan atribut evolet, papan nama dan kendit ketika dikukuhkan.
2. PDH
          Adalah pakaian Dinas Harian, dipakai pada kegiatan-kegiatan PASKIBRA, pakaian ini dipakai menjadi senior. Potongan pakaian PDH bagian atas adalah baju putih lengan panjang dengan kantong tutup dan dimasukan ke dalam celana hitam. PDH dilengkapi Dasi yang diberi Garuda, Evolet, LK, Papan Nama, LekBid, Wing Angkatan serta Topi PDH. PDH terdiri dari :
  1. PDH 1 yaitu PDH lengkap
  2. PDH 2 yaitu PDH lepas Dasi
  3. PDh 3 yaitu PDH tanpa atribut, tangan digulung .
3. PDL
               Adalah pakaian Dinas Lapangan, latihan dipakai untuk kegiatan lapangan. Bagian atas adalah kaos. PDL terdiri dari :
  1. PDL 1 yaitu putih polos, abu-abu
  2. PDL 2 yaitu putih polos, pramuka / coklat
4. PDP
     Pakaian Dinas Pesta, dipakai untuk kegiatan Pesta atau perayaan kegiatan non   resmi.
5. PDB
          Pakaian Dinas Batik, dipakai untuk pesta atau perayaan kegiatan resma / non resmi.
6. PDK
               Pakaian Dinas Kotak-kotak, untuk kegiatan Paskibra seperti rapat, LATGAB dan LATSAT.
PAKAIAN KECABANGAN
          Pakaian kecabangan sesuai bidangnya seperti BINLAT, PASPAMPAS, KESPAS dan PROTOKOLER

Senin, 19 Agustus 2013

AKHIRNYA SANG MERAH PUTIH BERKIBAR DENGAN SEMPURNA DI LAPANGAN                 PESTON     TERCINTA INI

                INI LAH ORANG-ORANG  MELATIH PASKIBRA KEC.TANJUNG MORAWA

                                                                  KETUA PELATIH

                                                                  (Boby Indra Prayoga)



                                                     Pelatih Beserta Asisten Pelatih
                                                              
                                                     Pelatih Beserta Asisten Pelatih
PEMBINAAN DAN PELATIHAN PASKIBRAKA :
FILOSOFI PISAU BERMATA DUA

Dalam Paskibraka pembinaan dan pelatihannya sering di istilahkan seperti pisau bermata dua. Filosofi pisau bermata dua sangat dalam maknanya, dan harus terus menerus dikembangkan karena merupakan suatu bentuk pembinaan untuk pengembangan diri anggota Paskibraka. Yang dimaksud pisau bermata dua adalah pisau yang tajam dikedua sisinya dan dapat dipergunakan dengan kualitas yang sama baik. Tajamnya pisau disatu sisi adalah mempersiapkan Paskibraka untuk melaksanakan tugas pengibaran Bendera Pusaka dalam puncak HUT Proklamasi Kemerderkaan Republik Indonesia, tetapi sisi tajam lainnya adalah pembentukan karakter (Character Building) bagi anggota Paskibraka.
Pembinaan Paskibraka hal yang paling utama adalah pembentukan karakter yang berjiwa merah putih, kenapa pembinaan karakter lebih diutamakan karena hal ini sesuai dengan syair lagu Indonesia Raya yaitu : ”Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”. Dari urutan syair tersebut sangat jelas bahwa pembentukan karakter harus didahulukan, bukan pembentukan badan/phisik. Kalimat Bangunlah Jiwanya adalah pembangunan jiwa/karakter Paskibraka yaitu berjiwa merah putih, siap mengabdi dan berbakti bagi negara Indonesia. Bangunlah badannya adalah pengembangan diri secara personal setiap anggota Paskibraka dan tahap awal jangka pendeknya adalah bertugas sebagai Pengibar Duplikat Bendera Pusaka.
Dari pengertian tersebut maka dalam pembinaan dan pelatihan paskibraka harus selalu diarahkan untuk membentuk karakter. Saat latihan lapangan maka para pelatih dan pembina harus benar-benar memahami metode latihan yang diberikan, sehingga tujuan pembinaan karakter berjalan secara pararel dengan latihan baris berbaris dan tata upacara. Oleh sebab itu segala bentuk latihan yang tidak selaras harus dikaji ulang dan disinkronkan dengan program yang benar. Pelatihan Paskibraka yang diterapan salah didaerah-daerah dengan bumbu kekerasan yang lebih mengedepankan metode hukuman phisik seperti push up, squat jam, dan kekerasan lainnya, sudah saatnya dihapuskan. Apabila ada purna paskibarka yang masih melatih dengan metode kekerasan tersebut, maka layak dipertanyakan dan diragukan kualitas karakternya sebagai seorang purna Paskibraka. Latihan dengan bumbu kekerasanan ini tidak sesuai dengan tujuan mulia pembinaan paskibraka yaitu membentuk karakter yang berjiwa merah putih. Kekerasan phisik hanya akan menimbulkan sakit hati dan dendam yang tidak berkesudahan dan tidak akan memberikan hasil yang baik.
Latihan Paskibraka memerlukan suatu sikap yang tegas. Ketegasan adalah sangat berbeda dengan kekerasan, karena dalam melatih seorang pelatih harus tegas dan tidak pilih kasih dalam memberikan pelatihan sesuai aturan yang berlaku, karena dengan ketegasan akan terbentuk suatu sikap disiplin pribadi dari setiap anak didik. Pelatih harus tegas untuk mengatakan mana yang benar dan mana yang salah sesuai aturan yang berlaku tetapi bukan aturan yang sesuai dengan pribadi pelatih malainkan peraturan yang baku. Dengan disiplin maka akan memudahkan dalam memberikan materi-materi lainnya, karena dalam sikap disiplin tersebut terkandung suatu sikap menghargai dan menghormati dari hati sanubari setiap anggot paskibraka. Disiplin waktu adalah suatu sikap untuk menghargai waktu dan orang lain yang harus ditemui. Sikap disiplin diri yang akan membawa kebaikan dan sikap profesional didalam berkarya dimasyarakat.
Dengan pembentukan karakter yang baik diharapkan akan muncul generasi muda yang mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi serta siap untuk memberikan dharma baktinya kepada ibu pertiwi. Sebagai calon-calon pemimpin di masa yang akan datang, maka anggota paskibraka harus mau untuk terus mengembangkan diri sehingga benar-benar memahami filosofi jiwa merah putih yang telah ditanamkan sejak menjadi anggota paskibraka. Dari anggota Paskibraka diharapkan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang berkarater, baik dari segi intelektualitas, integritas dan budi pekerti yang luhur sesuai dengan ajaran agama dan norma-norma masyarakat yang berlaku.
BARIS BERBARIS PASKIBRAKA
Baris berbaris memegang peranan penting dalam palaksanaan pengibaran Bendera Sang Merah Putih. Derap langkah yang tegas dan kompak akan sangat mempengaruhi jiwa dan semangat Paskibraka untuk melaksanakan tugas. Kekompakan anggota Paskibraka tercermin dari sikap disiplin dalam melaksanakan baris berbaris dan membentuk formasi.
Peraturan Baris Berbaris.
Peraturan baris berbaris diseluruh Indonesia hanya mengacu pada Peraturan Baris Berbaris Militer yang terdapat dalam Buku Peraturan tentang Baris Berbaris Angkatan Bersenjata. Buku ini disahkan oleh Surat Keputusan Pangab dan peraturan yang terakhir adalah Skep Pangab nomor : Skep/011/X/1985 tanggal 2 Oktober 1985, tetapi tahun 1992 ada perubahan pada Skep tersebut pada tempo langkah biasa dan langkah tegap dari 96 langkah tiap menit menjadi 120 langkah tiap menit.
Di dalam peraturan ini dibagi  dalam 2 bagian yaitu baris berbaris dengan menggunakan senjata dan baris berbaris tanpa senjata. Peraturan baris berbaris militer tersebut diterapkan disemua kegiatan baris berbaris, sehingga dalam latihan Paskibraka harus mengacu pada peraturan baris berbaris tanpa senjata yang berlaku dan tidak boleh menerapkan aturan-aturan sendiri.
Pelatih.
Karena yang mengeluarkan peraturan baris berbaris adalah militer maka dengan dasar itu pelatih Paskibraka diambil dari instansi militer karena dianggap lebih memahami peraturan tersebut dan dapat memberikan ilmu baris berbaris sesuai peraturan yang berlaku. Didalam perkembangannya pelatih disekolah banyak yang melibatkan para purna paskibraka untuk melatih baris berbaris, namun harus dipahami bahwa siapapun yang memberikan latihan baris berbaris baik dari unsur militer maupun sipil/purna paskibraka semuanya harus berpedoman pada Peraturan Baris Berbaris yang berlaku.
Kewajiban Pelatih.
Keberhasilan latihan baris berbaris sangat tergantung pada kualitas dan kesanggupan seorang pelatih. Pelatih yang melatih hanya karena tugas tidak akan bisa mencapai hasil yang sempurna. Pelatih baris berbaris harus mempunyai kemampuan ilmu melatih sesuai peraturan peraturan yang berlaku dan kemampuan psikologis untuk mengerti kemampuan anak didiknya. Pelatih yang berkualitas harus mempunyai dasar-dasar melatih dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya antara lain :
1. Perasaan kasih sayang,
Pelatih harus dapat merasakan apa yang dirasakan oleh anak didiknya.
2. Persiapan
Persiapan yang baik akan menentukan keberhasilan latihan. Pelatih harus mempersiapkan program apa yang akan dilatihkan, pembagian waktu, alat –alat yang diperlukan, tempat dan lain sebagainya.
3. Mengenal tingkatan anak didik.
Kemampuan setiap anak didik berbeda-beda dalam menyerap materi latihan yang diberikan, oleh sebab itu pelatih harus dapat memahami kemampuan setiap anak didiknya dan memberikan metode latihan sesuai yang dibutuhkan sehingga pada akhirnya dapat dicapai suatu hasil yang optimal.
4. Tidak sombong
Keahlian dan kepandaian melatih bukanlah hal yang harus disombongkan atau hanya dipamerkan, melainkan wajib diamalkan dan diberikan kepada anak didiknya dengan kesabaran dan ketelatenan.
5. Adil
Pelatih harus dapat memberikan keseimbangan saat latihan dalam segala hal dengan cara memberikan pujian atau teguran tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya.
6. Teliti
Pelatih harus cermat dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan sesuai dengan aturan yang berlaku. Gerakan setiap anak didiknya harus selalu diperhatikan sehingga dapat menerapkan gerakan sesuai dengan aturan yang benar.
7. Sederhana
Dalam memberikan penjelasan setiap gerakan pelatih harus mempergunakan bahasa dan kalimat yang sederhana sehingga mudah dipahami oelh setiap anak didik.
8. Teladan
Pelatih sebaiknya banyak memberikan dengan contoh-contoh gerakan, memberikan teladan dan selalu mengoreksi setiap anak didiknya sehingga mereka dapat melakukan gerakan dengan baik dan benar. Jika dilapangan pelatih sebaiknya tidak usah terlalu banyak bercerita atau memberikan pengarahan-pengarahan yang tidak perlu sebab yang diperlukan adalah pengulangan latihan-latihan setiap gerakan sehingga anak didik benar-benar memahami setiap gerakan dan dapat melaksanan dengan benar.
Perbandingan pelatih
Untuk latihan baris berbaris maka kualitas dan kemampuan pelatih sangat menentukan ratio pelatih dan anak didik. Untuk latihan baris berbaris maka ratio 1 : 15 atau 1 : 20 adalah ratio yang ideal, kalau terlalu banyak pelatih akan membuat anak didik menjadi bingung. Dalam melatih harus ditunjuk 1 orang pelatih yang akan mengatur pembagian-pembagian kelompok kecil, pemberian aba-aba gerakan dan lain sebagainya.
Program latihan
Tahap latihan baris berbaris adalah sebagi berikut :
1.  Gerakan ditempat.
Gerakan baris berbaris yang dilakukan ditempat misal : Sikap siap, istirahat, hormat, lencang kanan, jalan ditempat dan lain sebagainya. Gerakan ditempat adalah kunci sukses dalam latihan baris berabris. Dalam latihan awal ini ketegasan pelatih mutlak diperlukan, karena jika anak didik sudah terbiasa dengan aba-aba dan gerakan yang tegas serta kompak maka dalam latihan pindah tempat dan berjalan akan menjadi mudah, karena secara emosi mereka sudah mulai terarah pada gerakan-gerakan selanjutnya.
2. Gerakan pindah tempat
Gerakan baris berbaris dengan pindah tempat tanpa melakukan gerakan berjalan, misal : 2 langkah kedepan/kebelakang, geser ke kekiri/kanan dan lain sebagainya
3. Gerakan berjalan.
Dalam latihan berjalan maka tahap latihan sebaiknya dibagi dalam kelompok-kelompok kecil antar 10 – 15 orang per kelompok karena akan lebih mudah untuk memperhatikan dan mengoreksi gerakan setiap anggota, setelah anggota pasukan dianggap mampu baru digabung menjadi kelompok yang besar.
a.   Langkah Biasa
Yaitu membiasakan peserta untuk melakukan gerakan-gerakan langkah biasa, hal ini  juga dimaksudkan agar dapat diberikan dasar-dasar penyeragaman langkah.
b.  Langkah Tegap
Gerakan langkah tegap akan gerakan baris berbaris dengan sikap yang tegap baik ayunan tangan dan kaki, termasuk hentakan kaki sehingga dapat menimbulkan irama yang tegap, kompak dan mantap.
Dalam langkah tegap kekompakan dan keseragaman ayunan tangan harus benar-benar diperhatikan karena ayunan tangan akan menunjukkan keindahan dalam dalam berbaris.
c. Latihan tempo melangkah.
Saat latihan baris berbaris yang harus diperhatikan adalah tempo langkah baris berbaris dan kekompakan untuk melaksanakan sesuai peraturan tempo yang berlaku.
Untuk latihan tempo berjalan maka para pelatih dapat menggunakan tape recorder dan memutar lagu-lagu mars sesuai dengan tempo yang berlaku. Saat ini tempo langkah baris berbaris yang berlaku adalah 120 langkah per menit dengan panjang langkah 65 cm.
Berbaris sambil diiringi lagu-lagu mars akan membuat semua anggota pasukan lebih mudah menyeragamkan langkah sesuai dengan tempo lagu yang diputar.
Dalam latihan tempo dapat dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan masing-masing kelompok bergantian melakukan gerakan kombinasi jalan ditempat dan langkah biasa atau langkah tegap. Dengan latihan kombinasi ini akan mempermudah saat melakukan formasi pengibaran bendera, karena saat melakukan formasi biasanya gerakan jalan ditempat dan langkah tegap akan saling mengisi sehingga tempo langkah setiap anggota harus sama dan kompak
Pujian dan Hukuman
Dalam latihan baris berbaris kadang-kadang ada anggota yang melakukan gerakan-gerakan yang sangat kompak dan bagus dalam melakukan gerakan. Pelatih yang baik akan selalu jeli terhadap semua gerakan anak didiknya,dan disaat istirahat maka pelatih sebaiknya tidak segan-segan untuk memberikan pujian. Tetapi apabila ada anggota pasukan yang melakukan kesalahan-kesalahan dalam melakukan baris berbaris maka pelatih dalam memberikan hukuman harus jelas arahnya agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Hukuman sebaiknya tidak berupa hukuman phisik yang dilakukan secara langsung misal push up, squat jam dan lain-lainnya, karena :
Hukuman seperti ini tidak akan berdampak positip bagi anggota karena merugikan kondisi phisik anggota yang terbuang tenaganya sebab harus menjalani hukuman
Membuang waktu karena ada anggota yang dihukum sehingga anggota yang lain tidak dapat meneruskan latihan.
Hukuman yang dilakukan sebaiknya bersifat mendidik dan membuat anggota yang melakukan kesalahan benar-benar merasakan bahwa akibat kesalahan yang dilakukan akan merugikan anggota yang lain.
Jika ada anggota yang sering melakukan kesalahan maka anggota yang bersangkutan dipisah dan secara individual diberikan arahan dan dikoreksi gerakan-gerakannya. Jika kesalahan dilakukan saat melakukan gerakan ditempat maka dapat diberi hukuman dengan melakukan gerakan-gerakan yang salah sebanyak 10 kali, dengan cara seperti ini selain akan meningkatkan kemampuan anak didik juga sebagai bentuk latihan khusus sehingga anggota tersebut dapat lebih memahami kekurangannya dan memperbaiki dengan cepat, sedang manfaat pelatih dengan memberi hukuman seperti itu maka akan meningkatkan kemampuan anggotanya secara cepat tanpa merugikan yang lain.
Jika kesalahan dilakukan saat latihan berjalan maka secara personal anggota tersebut dapat diperintah untuk melakukan langkah tegap secara sendiri/ personal. Dengan cara ini palatih dapat memperhatikan kemampuan secara individu, sedang bagi anggota yang melakukan baris berbaris sendiri akan menimbulkan perasaan malu karena telah melakukan kesalahan dan pasti dia akan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.
Hukuman-hukuman yang berupa push up, squat jam atau hukuman phisik lainnya sudah saatnya ditinggalkan karena hanya akan merugikan peserta latihan secara keseluruhan dan bersifat kurang mendidik. Jika ada yang beralasan kalau hukuman tersebut untuk meningkatkan kondisi phisik, maka pelatih yang mengatakan hal tersebut harus meningkatkan pemahaman tentang latihan baris berbaris yang benar,sebab saat sudah masuk latihan baris berbaris Paskibraka kondisi phisik peserta harus baik dan peningkatan kondisi phisik secara instant akan membuat peserta kurang sehat sehingga tidak dapat berprestasi dengan optimal.


Hal itu dikatakan Camat Tanjungmorawa Drs Zainal A Hutagalung MAP pada wartawan usai meninjau latihan Paskibra Kecamatan Tanjungmorawa. Camat didampingi Koordinator Pelatih, Huma Sitepu, Jumat (12/8).

Generasi muda merupakan calon pemimpin bangsa pada masa depan, karena bangsa ini sangat membutuhkan generasi muda yang memiliki watak dan mental yang terlatih, agar dapat meneruskan estafet kepemimpinan bangsa pada masa yang akan datang. "Lebih baik kita mandi keringat dalam latihan dari pada mengalami kegagalan dalam menjalani tugas," kata Zainal A Hutagalung.

Siapkan mental, serta selalu menjaga kesehatan kalian selama menghadapi dan menjalani latihan, sehingga nantinya tidak mengalami kendala dalam menjalankan tugas sebagai anggota Paskibra Kecamatan Tanjungmorawa, tambahnya.

Calon anggota Paskibra Kecamatan Tanjungmorawa telah terpilih sebanyak 41 orang berasal dari berbagai SMA dan SMK se Kecamatan Tanjungmorawa baik negeri maupun swasta. Paskibra Kecamatan Tanjungmorawa sebelumnya telah berlatih selama tiga minggu, dan sudah terprogram yang disusun oleh tim pelatih dan dibagi dalam tiga tahap, antara lain tahap pertama mempelajari gerakan dasar (gerakan di tempat), tahap kedua gerakan berjalan dan tahap ketiga latihan formasi.

Selama latihan anggota Paskibra Kecamatan Tanjungmorawa menggunakan halaman perguruan MTs Al-Wasliyah Kecamatan Tanjungmorawa dan empat hari sebelum hari "H" latihan di lokasi peringatan HUT ke 66 RI Kecamatan Tanjungmorawa yang dilaksanakan di lapangan Bola kaki Peston Desa Dagang Krawan, jelas Huma Sitepu yang didampingi asistennya M Yura Ardiansyah dan M Ridho Kurniawan.

Setiap mulai atau awal latihan setiap harinya mereka akan menjalani latihan fisik, diharapkan pada pelaksanaannya nanti anggota Paskibra Kecamatan Tanjungmorawa dapat melaksnakan tugasnya untuk mengibarkan Sang Merah Putih dengan baik dan benar tanpa adanya kesalahan, tambah Huma Sitepu. (bip)

 

PASKIBRA KEC. TANJUNG MORAWA 2013












Hukuman Paskibraka Jika Gagal Mengibarkan Bendera Merah Putih


Seperti yang kita tau pengibar bendera pada upacara setiap tgl 17 Agustus merupakan PASKIBRAKA yang sudah diseleksi super ketat...

Didalam PASKIBRA ada tingkatan-tingkatan menuju istana merdeka.

Seorang PASKIBRA yang baik akan mendedikasikan seluruh kegiatanya untuk PASKIBRA.
http://faktabukanopini.blogspot.com/
PASKIBRA banyak macamnya ada :

1.PASKIBRA sekolah ( tingkatan yang paling sederhana )
Yang tugasnya hanya mengibarkan bendera pusaka pada hari senin atau hari-hari besar lainnya di sekolah.

2.PASKIBRA wilayah ( tingkatan menengah )
Untuk masuk kedalam PASKIBRA wilayah dibutuhkan banyak pertimbangan karna penyeleksiaannya yang ketat dan butuh fisik yang kuat untuk bisa terpilih sebagai PASKIBRA wilayah.

Tetapi tak jarang bagi para PASKIBRA yang gagal masuk seleksi PASKIBRA DKI hanya bernaung menjadi PASKIBRA wilayah.

PASKIBRA wilayah bertugas mengibarkan bendera di tingkat wilayah provinsi seperti kanwil dan departemen agama.

Semua tranportasi akan di biayai oleh departemen agama plus uang jajan dan beasiswa untuk sekolah yang sering di tinggalkan untuk bertugas pada hari-hari besar nasional ataupun kemerdekaan republik indonesia.


3.PASKIBRA DKI.( tingkatan atas pertama )
Untuk masuk menjadi anggota paskibra DKI tidaklah semudah membalikan telapak tangan..
karena akan banyak pertimbangan melebihi kegiatan yang ada di PASKIBRA wilayah..
Untuk menuju PASKIBRA DKI pertama yang harus dilakukan adalah mengikuti 2 kegiatan pemula yang utama yaitu GLASILA dan GLADICAKA.
Glasila untuk tingkat SMP sedangkan Gladicaka untuk tingkat SMA
Setelah seorang PASKIBRA mengikuti kegiatan pelatihan gabungan tersebut selama 3 hari di jakarta pusat ciracas, kita akan mendapatkan sertifikat dan lencana sebagai tanda bahwa kita sudah mengikuti pelatihan gabungan tersebut.
http://faktabukanopini.blogspot.com/
4.PASKIBRA Nasional.( tingkatan kedua yang paling atas ).
Banyak PASKIBRA yang gagal untuk bisa masuk kedalam PASKIBRA Nasional ini karena untuk bisa masuk kedalam PASKIBRA Nasional sangatlah super ketat.
Para senior yang menyeleksi kebanyakan adalah anggota POLISI dan ABRI.
Walaupun bukan untuk menjadi anggota POLISI ataupun ABRI
Tapi diisi anggota PASKIBRA didik dan dilatih bagaimana cara mengibarkan bendera pusaka yang benar dan menghindari banyak kesalahan.

PASKIBRA nasional bertugas mengibarkan bendera pusaka merah putih di istana negara. Tak ayal banyak yang gagal saat seleksi untuk masuk kedalam PASKIBRA nasional karena hanya di pilih satu dari yang terbaik untuk mewakili provinsi masing-masing.

Ketatnya penyeleksian tak ayal membuat seorang PASKIBRA gentar namun semua itu akan terbayar lunas dengan banyaknya fasilitas yang disediakan serta besarnya jumlah beasiswa yang akan diterima nanti akan sepadan dengan perjuangan dan hasil kerja yang di capai.

Tetapi resikonya jika kita salah atau gagal mengibarkan bendera sang saka merah putih baik itu terbalik, ataupun terlipat membentuk kupu2 maka akan ada hukumannya...

contohnya seperti di Manokwari Papua kemarin...

Hukumannya tergantung wilayah dimana bendera tersebut dikibarkan...

Untuk wilayah Bogor setau ane maka pelatihnya dikurung di penjara selama 6 hari(klo g salah) dan pengibarnya diharuskan wajib lapor (ane kurang tau berapa lama)

http://faktabukanopini.blogspot.com/

Tapi jika gagal dalam pengibaran bendera di istana negara maka hukumannya adalah di tembak bius saat itu juga.
http://faktabukanopini.blogspot.com/
Karena bendera pusaka adalah bendera kebangsaan negara republik indonesia yang tidak boleh di permalukan walaupun dengan anak bangsa sendiri.

Tapi jika berhasil bangganya luar biasa...
http://faktabukanopini.blogspot.com/


SYARAT MENJADI PASKIBRAKA
1. Memiliki minat dan keinginan untuk menjadi Paskibraka dan aktif sebagai anggota Purna Paskibraka Indonesia.
2. Siswa Kelas X SMA/SMK/MA dan berusia 16 s.d. 18 tahun pada saat seleksi diselenggarakan.
3. Belum pernah menjadi Paskibraka, baik Tingkat Kota / Provinsi / Nasional.
4. Tinggi Badan, tidak lebih dan tidak kurang dari persyaratan yang ditentukan.
a) Putra : 165 cm – 180 cm, diutamakan 170 cm – 175 cm.
b) Putri : 160 cm – 175 cm, diutamakan 165 cm – 170 cm.
Keterangan :
Untuk menjadi Paskibraka Provinsi dan Nasional tinggi Putra : 170 cm – 175 cm dan Putri : 165 cm – 170 cm.
5. Berat badan ideal (menyesuaikan dengan tinggi badan).
6. Tegak dan tidak cacat, terutama gigi, kulit dan mata, kaki tidak berbentuk X atau O.
7. Sehat jasmani dan rohani (tidak mempunyai penyakit kambuhan) dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter pemerintah.
8. Penampilan simpatik dan menarik serta gembira.
9. Berkepribadian dan berakhlak mulia.
10. Nilai rapor di atas nilai rata-rata kelas, dibuktikan dengan Rapor.
11. Memiliki kemampuan bahasa Inggris aktif (untuk tingkat provinsi dan nasional).
12. Aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
13. Mendapat ijin tertulis dari orang tua dan kepala sekolah.
14. Diperbolehkan memakai jilbab.
15. Tidak mutlak menjadi anggota Paskibra Sekolah, namun diutamakan Paskibra Sekolah.
Blog resmi Paskibra Tanjung Morawa.